Minggu, 28 Juni 2009

dunia kerja

Job terbaru bulan Juni

Segara untuk Bulan Juni :
di Butuhkan Tanaga kerja wanita 50 orang untuk di negara Taiwan ( Pabrik Optik )
Gaji 6 juta perbulan Umur Max. 33 Pendidikan SMP
Tinggi 155 Cm proses lamaran akan di seleksi Bulan juli.
Biaya Proses Hanya 5 Juta
Info dan pendaftaran

Kerja di Korea untuk diKapal :
Gelombang ke 2 untuk 15 orang kerja di kapal penangkap ikan
korea dan di pengeringan ikan teri dengan gaji _+ Rp.11 Juta Perbulan.
Info dan pendaftaran

gravatar

Welcome

Website ini dibuat oleh " Agency/PJTKI resmi dan terpercaya", Kami telah bekerja dengan keras sejak 1999. Target kami adalah untuk menjadi perusahaan masyarakat. Kami berikrar untuk dapat berkembang bersama-sama dengan masyarakat.

Tujuan daripada website ini adalah memberikan informasi secara transparan di dalam Human Resources Business. Anda dapat menemukan berbagai informasi mengenai negara, jenis pekerjaan,
prosedur dan bahkan biaya. Kami akan secara konstan memperbaharui homepage kami untuk informasi yang lebih lanjut, mohon jangan ragu-ragu untuk menghubungi kami baik melalui Forum, Email dan telepon. Kami berharap dapat membantu anda.

gravatar

Kerja di Singapura

Peryaratan Umum

1. JENIS KELAMIN : WANITA
2. RANGE UMUR : 23 � 30 TAHUN
3. TINGGI BADAN MINIMAL : 150 CM
4. BERAT BADAN MINIMAL : 50 KG
5. PENDIDIKAN MINIMAL : SMP
6. TIDAK BER TATO
7. TIDAK CACAT FISIK (ANGGOTA BADAN LENGKAP)
8. TIDAK MEMPUNYAI PENYAKIT AYAN ATAU PENYAKIT TURUNAN
9. TIDAK KEBERATAN BEKERJA DENGAN MAJIKAN CHINESE
10. BERSEDIA UNTUK MENYERAHKAN DOKUMEN ASLI DAN LENGKAP
11. BERSEDIA UNTUK MENGIKUTI PELATIHAN BAHASA DI BLK-LN
12. BERSEDIA UNTUK MELAMPIRKAN PASSPORT LAMA / ID CARD.

syarat lain

1. Fotocopy akte kelahiran
2. Fotocopy ijazah SLTA / Setingkat ( turut Membawa sertifikat asli )
3. Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga
4. Surat Izin Orang tua /Wali/Istri/Suami ( mengetahui kepala desa)
5. Kartu Kuning
6. SKCK

Upah / gaji yang akan diterima
SIN$ 320 X Rp.6000 = Rp.1.920.000,-

Kontrak kerja
2 Tahun

Biaya Penempatan : Ditanggung CTKW

dunia kerja

Perlunya bersikap assertive di dunia kerja

Assertive berasal dari bahasa Inggris, yang berarti tegas. Assertion= pernyataan yang tegas.Dalam kamus KBBI, tegas diartikan sebagai tentu dan pasti (tidak ragu-ragu lagi, tidak samar-samar lagi).

Di dunia kerja, kita menghadapi berbagai macam sifat manusia, yang harus dapat kita kelola. Tidak terkecuali, kita juga akan mengalami berbagai macam sifat atasan yang memimpin kita. Mengapa kita perlu bersikap assertive? Agar siapapun akan memahami sikap dan perilaku kita dengan jelas dan tanpa ragu-ragu. Sikap assertive ini tak hanya diperlukan kita sebagai bawahan, tetapi juga sebagai atasan perlu bersikap assertive agar anak buah tidak mengartikan hal yang lain.

Mengapa kita perlu bersikap assertive kepada setiap perintah atasan?

1. Atasan juga manusia

Atasan adalah manusia biasa, yang tak selalu ingat semua peraturan yang berlaku. Oleh karena itu adalah hal yang sangat wajar jika bawahan mengingatkan atasan, ada peraturan yang sudah tak berlaku, dan bahwa perintahnya tak dapat dilaksanakan karena akan melanggar peraturan yang ada. Yang perlu diingat, jangan hanya mengatakan “tidak” tapi berikan solusinya. Pelajari dulu apakah perintah tersebut masuk akal, apa tujuannya, dan jika memang tujuan untuk kepentingan perusahaan, maka sebagai bawahan kita wajib ikut mencari jalan keluar. Percayalah atasan akan sangat menghargai bawahan yang bersikap assertive, serta mencarikan jalan keluar atas permasalahan yang ada agar tetap sesuai peraturan yang berlaku.

2. Analisis apakah perintah atasan layak untuk dipatuhi

Sebagai pekerja di perusahaan, pisahkan; a) loyal kepada atasan, b) loyal kepada organisasi/perusahaan. Dalam hal menyikapi perintah atasan, maka perlu dipertimbangkan kedua hal tersebut. Kalau loyal pada atasan, padahal setiap saat atasan akan berganti, maka jika perintah atasan tidak sesuai kebijakan, hal ini akan jadi bumerang. Memang diperlukan kemampuan komunikasi yang baik, sehingga keberatan kita dapat dinyatakan secara halus namun tegas, sehingga tidak menyinggung perasaan atasan. Hal ini akan lebih mudah jika perintah atasan melalui disposisi (instruksi tertulis), karena bawahan mempunyai waktu untuk menyatakan pikiran dan analisisnya. Yang tetap diingat, adalah selalu mencari jalan keluarnya.

3. Pelajari sistem dan prosedur, peraturan yang berlaku, serta legalitas setiap perintah

Sebagai pekerja, kita wajib memahami setiap peraturan yang berlaku diperusahaan itu, maupun peraturan2 lain yang wajib ditaati sesuai undang-undang ataupun peraturan lain yang diterbitkan oleh pemerintah atau instansi yang berwenang.

4.Ada beberapa hal yang belum diatur secara khusus, namun secara bisnis layak dilakukan.

Secara umum diketahui, bahwa peraturan tentang hukum berjalan seperti deret hitung, sedangkan bisnis berjalan seperti deret ukur, sehingga sering tidak ketemu. Bagaimana dunia bisnis menyikapi hal ini? Padahal secara bisnis kegiatan layak dilakukan, karena menguntungkan perusahaan?

Sebagai contoh: pada tahun 1990 an, pemerintah belum menerbitkan peraturan tentang Commercial Paper (CP), namun karena kebutuhan bisnis banyak perusahaan yang menerbitkan CP dan meminta Bank untuk melakukan endorsement. Yang perlu diperhatikan adalah, bahwa jika bank telah meng endorse CP yang diterbitkan perusahaan (umumnya nasabah Bank tsb), artinya Bank telah ikut menyetujui dan menjamin, serta ikut bertanggung jawab sebesar nilai CP yang di endorse nya.

Bagaimana jalan keluarnya? Bank yang meng endorse CP perlu menambahkan aturan tertulis, apa-apa yang perlu diperhatikan dan langkah2/prosedur yang wajib dilakukan sehubungan dengan CP. Karena bank ikut bertanggung jawab, rekening kredit perusahaan diblog sebesar nilai CP tersebut, sehingga kalau terjadi sesuatu dikemudian hari, telah ada payung yang melindungi kepentingan Bank.

5. Ada beberapa hal yang telah diatur, namun penerapan dilapangan sulit

Peraturan Bank Indonesia (PBI) membolehkan Bank melakukan restrukturisasi kepada nasabah dengan cara equity participation, atau menempatkan salah satu pegawai Bank duduk dalam jajaran manajemen di perusahaan tersebut, pada umumnya sebagai Direktur Keuangan.

Dengan equity participation, Bank tidak memperoleh bunga ( karena Bank ikut sebagai pemilik perusahaan tersebut). Di satu sisi, pegawai Bank yang menjadi Direktur Keuangan pada perusahaan nasabah akan ikut tunduk pada aturan/ Undang-undang Perseroan Terbatas, sehingga kalau di perusahaan terjadi apa-apa, dia bisa ikut dituntut. Padahal sebagai pegawai Bank, tunduk pada Undang-undang Perbankan.

Dalam case ini, bawahan perlu membuat analisis pro’s dan con’s apabila perusahaan akan melakukan tindakan ini. Apapun keputusannya, telah memperhitungkan risiko yang ada. Dengan analisis yang akurat, maka akan memudahkan atasan untuk menjawab jika timbul pertanyaan dari instansi yang berwenang, mengapa Bank memilih atau tidak memilih menggunakan pola ini.

Pada dasarnya, jika bawahan mendapatkan instruksi tertulis atau perintah dari atasan, usahakan agar setiap tindakan telah dilakukan analisis sehingga tidak akan merugikan perusahaan atau diri kita sendiri di kemudian hari. Dengan latihan yang teratur, dan selalu membaca peraturan-peraturan yang berlaku, maka dengan mudah akan bisa memberikan masukan, dan atasan akan lebih menghargai bawahan yang bersikap seperti ini.

pendidikan

"Pendidikan Berbasis-Guru yang Mampu dan Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, dengan Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa-Siswi dan "Well Balanced" (seimbang, dengan banyak macam keterampilan termasuk teknologi), yang Diimplementasikan secara PAKEM adalah solusi utama untuk menyiapkan anak-anak kita untuk menghadapi tantangan-tantangan masa depan."
(Ref: E-Pendidikan.Com)

Walapun keadaan di lapangan tidak sesuai dengan yang diharap (di atas) baru pada bulan ini (Agustus 2008) Pemerintah Indonesia sudah menjanji menyediakan anggaran untuk pendidikan tahun 2009 yang kalau digunakan secara efisien tanpa korupsi mempunyai kemampuan untuk mengatasi kebanyakan isu-isu di atas.

Salah satu isu yang dapat mengancam kesempatan untuk meningkatkan mutu pendidikan di tingkat sekolah adalah prioritas DepDikNas terhadap e-learning dan peran Internet di tingkat sekolah. Kelihatannya banyak pihak di DepDikNas masih percaya bahwa Internet adalah solusi untuk masalah-masalah pendidikan di Indonesia.

Padahal, retorika mengenai hebatnya Internet sebagai solusi pendidikan sudah mulai muncul di negara-negara maju sejak awal 1990an dan di negara-negara maju di mana kebanyakan sekolah sudah memiliki infrastruktur untuk e-Learning Online hanya sebagian kecil siswa-siswi di tingkat sekolah menggunakan teknologinya sebagai alternatif untuk sekolah konvensional. Mengapa? Bagaimana mutu pendidikannya?

"Those who place their faith in technology to solve the problems of education should look more deeply into the needs of children. The renewal of education requires personal attention to students from good teachers and active parents, strongly supported by their communities. It requires commitment to developmentally appropriate education and attention to the full range of children's real low-tech needs - physical, emotional, and social, as well as cognitive." Ref: Fool's Gold


Internet adalah alat bantu dan sumber informasi (yang sangat terbatas tanpa bahasa Inggris). Kebanyakan siswa-siswi di luar negeri (seperti di sini) hanya menggunakan Internet untuk mencari informasi umum, e-mail, chatting, dan hiburan.

Ada kemungkinan besar bahwa siswa-siswi juga akan mengakses situs-situs kekerasan, situs-situs yang berbasis kebencian, atau pornografi. Masalah utama adalah mereka dapat membuang waktu yang lebih baik digunakan untuk mengulangkan pembelajaran atau tugas PR dari sekolah.

Semua sekolah di Indonesia memang perlu paling sedikit satu (1) laboratorium komputer untuk mengajar TI (TIK) karena TI sudah masuk ke dalam semua bidang kejuruan maupun profesional.

Jangan sampai Indonesia lebih ketinggalan lagi karena sibuk dengan janji-janji yang belum terbukti (E-Learning oleh Internet) Ingat Buku Sekolah Online (BSE). Pendidikan yang bermutu, seperti di luar negeri, dicapaikan oleh sekolah dan pendidik yang bermutu, bukan oleh teknologi.

Bapak Presiden Indonesia Yth.

Dari berita-berita yang baru muncul pada bulan ini (Agustus 2008) kelihatannya Bapak President sudah mulai lebih memperhatikan isu-isu pendidikan. Kami sangat senang membaca "Presiden: Jangan Ada Lagi Gedung Sekolah Rusak". Tetapi isu-isu meningkatkan mutu pendidikan bukan hanya soal anggaran dan visi, kita harus menjamin bahwa mutu SDM di DepDikNas adalah mampu dan bebas dari paradigma yang lama, yang jelas tidak berhasil.

Kami di Pendidikan Network tidak dapat mengerti sebabnya DepDikNas sampai sekarang belum berpengalami reformasi. Polar pikir, kebiasaan dan paradigma kelihatannya belum dirubah sejak tahun 1998 (paling mutasi saja). Sebaiknya reformasi DepDikNas di laksanakan sebelum anggaran baru dialokasikan atau resikonya kita tidak dapat merealisasikan peningkatan mutu pendidikan yang signifikan. Jelas isu utama adalah korupsi.

Reformasi Birokrasi, 'The Irreformable'?

"Belajar dari pengalaman beberapa negara, reformasi administrasi bukanlah sesuatu yang 'irreformable'. Memang membutuhkan komitmen politik yang kuat-–bahkan sangat kuat--yang sering kali tidak saja menimbulkan resistensi dari lawan politik tetapi juga kawan politik."

Danger! Danger!

"Jarum jam menunjuk pukul 14.00 WIB. Sebanyak 38 murid kelas dua SD Pasundan 3, Jl Babakan Ciparay, Kota Bandung, berada di dalam kelas. Sedang asyik belajar, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Sejurus kemudian, gubrak!. Atap ruang kelas ambruk. Ruangan berantakan dan dipenuhi jeritan menyayat." (Republika Online, Maret/28/08)

Jelas banyak anak-anak kita maupun guru di dalam keadaan berbahaya kalau masuk sekolah. Kapan kita akan serious terhadap semua aspek-aspek pendidikan? Membaca berita "KEADAAN SEKOLAH".

Pertanyaan dari Lapangan (Saudara Debur)
RE: "Saran: dunia pendidikan di negri ini hampir carut marut. Guru disalahkan, kurikulum disalahkan yang bener mana?. Kalau guru kwalitasnya rendah berarti PT ynag mencetak guru buruk (dosennya)."

Bukankah semua sektor ini hanya sebagai daun di atas pohon pendidikan

pendidikan

Hentikan Korban UN

Gelaran Ujian Nasional (UN) yang seharusnya menjadi salah satu alat ukur ketuntasan belajar siswa, di tahun pelajaran 2008/2009 ini berubah jadi musibah. Akibat kelemahan sistem, muncul banyak celah yang menempatkan siswa sebagai korban. Terlebih lagi, hanya karena kesalahan faktor teknis, khususnya saat pemindaian (scanning) lembar jawaban, masa depan ratusan siswa di Jawa Timur amat dipertaruhkan.
Di SMK PGRI 3 Kota Malang misalnya, sudah hasil UN diumumkan telat (tidak berbarengan dengan SMA pada 17 Juni –red), angka ketidaklulusannya mencapai 50 persen, tepatnya 284 siswa. Merasa kaget dan tidak terima atas kejanggalan ini, Santur Hidayat SPd selaku kepala sekolah nekad melapor ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Hasilnya memang ada kesalahan dalam proses scanning LJUN.
“Ini sudah tidak logis, masa 279 tidak memiliki nilai produktif alias nol. Setelah dicek ternyata pada saat scanning ada kunci jawaban yang tertukar. Hasilnya hanya 12 siswa saja yang murni tidak lulus,” ungkap Santur.
Kepala SMK Nasional Kota Malang, Drs Hadi Susanto juga merasakan kejanggalan yang sama. Beberapa siswanya yang memiliki riwayat prestasi bagus selama di sekolah juga terganjal kelulusannya akibat kesalahan scanning. Kondisi seperti ini tidak hanya menjadikan siswa terbebani, namun pihak sekolah juga menanggung beban moral. Secara umum Hadi menilai kinerja BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) merosot tajam.
“Tahun lalu, sebagai penyelenggara UN, kinerja BSNP sudah cukup bagus. Tapi tahun ini merosot tajam. Saya tidak peduli bagaimana sistem penilaian atau pengoreksian LJUN dilakukan, asal jangan jadikan siswa itu sebagai percobaan sistem UN apalagi sebagai korban. Kasihan ini anak-anak,” tegas Hadi Susanto.
Kesalahan dalam scanning LJUN memang terbukti menjadi penyebab utama angka ketidaklulusan siswa. Hal ini juga diakui oleh Dra Kunti Nursasiati, Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Malang. Menurutnya proses scanning dilakukan dengan tidak tertib sehingga mempengaruhi predikat kelulusan siswa. Predikat lulus dan tidak lulus yang menjadi penentu nasib dan masa depan siswa, seperti dipermainkan.
“Bagaimana tidak dipermainkan, jelas-jelas jenis soal dan bobot antara UN Utama dan UN Susulan itu beda. Tapi saat scanning, LJ UN Utama dikoreksi menggunakan kunci jawaban UN Susulan, begitu juga sebaliknya. Ini sangat mempengaruhi psikologi siswa,” tandas Kunti Nursasiati.
Adanya berbagai kelemahan sistem hingga kesalahan teknis pada penyelenggaraan UN ini ditengarai bersumber dari BSNP. Menurut R Didik Indriatno WM MM selaku ketua MKKS SMK Swasta Kabupetan Malang, BSNP dinilai tidak mampu mengkomunikasikan dengan baik prosedur operasional standar (POS) UN kepada mitra yang ditunjuknya untuk bekerja sama.
“Cakupan kerja BSNP itu luas dan nasional, sedang komposisi keanggotaannya terbatas. Bukan tidak mungkin BSNP menjadi sangat terbebani apalagi dihadapkan pada waktu yang sangat terbatas. Kewenangan untuk bermitra yang dilakukan BSNP ternyata tidak diikuti dengan pemahaman yang sama terhadap POS UN,” terang Didik Indriatno.
Malah oleh Ir Heryanto Budiono selaku ketua MKKS SMK Swasta Kota Batu, BSNP harus direformasi. Bahkan sudah saatnya masyarakat menggugat kinerja BSNP ini ke jalur hukum. Setidaknya di Jawa Timur ini ada satu wadah yang bisa menjembatani adanya gugatan pada BSNP ini. Meski kemungkinan menangnya kecil setidaknya menjadi peringatan keras agar BSNP tidak main-main dalam menyelenggarakan UN.
“Kondisi UN tahun ini harus benar-benar dikritisi. Beberapa item yang harus ditinjau ulang adalah sistem penilaian produktif bagi SMK dan harus adanya UNPK yang berbasis kejuruan,” kata Hery. .sty,min,dik-KP
NGALAMANIA.COM

pendidikan

Blog Terkait:
Pena Pendidikan - http://www.penapendidikan.com/
Dinas Pendidikan Kota Padang - http://www.diknas-padang.org/
LP3I cabang Hongkong Penipuan Pendidikan!! - Together We Share
7 jam yang lalu oleh JoVie
pendidikan palsu, penipuan pendidikan Prinsip Mau Pintar? Yah bayar...!! ternyata menjadi sasaran empuk bagi para oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang Indonesia yang berada di Hongkong yang ...
Together We Share - http://jovieblog.blogspot.com/
SURYA Online | » Pendidikan Seks Remaja Harus Disikapi Kritis
27 Jun 2009 oleh Yuli Ahmada
ID - Masyarakat harus bersikap kritis terhadap muatan yang dirumuskan lembaga-lembaga tertentu baik pemerintah maupun swadaya masyarakat dalam memberikan materi pendidikan seks bagi remaja karena dapat menyemarakkan pergaulan bebas di ...
SURYA Online | - http://www.surya.co.id/
[ Hasil temuan lainnya dari SURYA Online | ]
MarketIklan.Com - DISKON MENARIK ! Alat Peraga DAK Pendidikan
4 jam yang lalu oleh admin
Bagi pemenang tender pengadaan Alat Peraga DAK Pendidikan, kami siap memberikan diskon menarik ! Siap menyuplai semua jenis alat peraga sesuai spek juknis DAK Pendidikan. Info lengkap hub: Ibu Asmita, HP: 0815-9544498; ...
MarketIklan.Com - http://marketiklan.com/
Dana Pendidikan Dari Goggle Untu k Anda ! _, | Iklan Baris Gratis
47 menit yang lalu oleh tdomf_ca119
Setiap insan pasti akan mempersiapkan masa depanny a, apalagi menyangkut masa depan finansial anda, impian anda, masa depan keluarga, bagaimana pendidikan anak anda, bagaimana melunasi hutang, bagaiamana tabuangan anda, bagamana masa ...
Iklan Baris Gratis - http://iklankamu.com/
Liberalisasi Pendidikan « “APA KATA DUNIA?..”
27 Jun 2009 oleh zainurie
Yang menarik adalah, dari sekian nama itu ujung-ujungnya juga terkait dengan masalah biaya pendidikan, yang dari tahun ke tahun bukan semakin murah tetapi sebaliknya “Mahal”. Pada jalur umum saja biaya masuk bisa mencapai Rp 135 juta ...
"APA KATA DUNIA?.." - http://zainurie.wordpress.com/
Lembaga Pendidikan Reiki dan Metafisika | Iklan Warungkoe
3 jam yang lalu oleh Dendi
Anda ingin belajar dan menjadi master Reiki atau Metafisika, disini tempatnya. Kami melatih berbagai jenis reiki dan metafisika, mulai dari dasar hingga tingkat guru.
Iklan Warungkoe - http://iklan.warungkoe.com/
BLOG BAHAN KULIAH DAN MAKALAH: ETIKA PROFESIONAL DALAM PENDIDIKAN
12 jam yang lalu oleh om nunu
Download Makalah gratis di tugaskuliah.info, makalah ekonomi, makalah hukum, makalah psikologi, makalah sosial budaya, makalah sejarah, makalah untuk anak smp, anak sd, tugas kuliah, skripsi, tesis, makalah informatika, makalah komputer ...
BLOG BAHAN KULIAH DAN MAKALAH - http://www.tugaskuliah.info/
Pendidikan Lingkungan Usia Dini
5 jam yang lalu oleh admin
Pendidikan Lingkungan Usia Dini. June 29th, 2009 · No Comments. tk sedyoutomo 007 tk sedyoutomo 042. Dalam kaitan proyek hutan kota, Shorea melakukan kegiatan-kegiatan di sejumlah Taman Kanak-Kanak. Kegiatan tersebut digelar dengan ...
SHOREA - http://perhimpunanshorea.org/
Lowongan Dosen Tetap di Yayasan Pendidikan Telkom Bandung Juli ...
27 Jun 2009
Peluang Karir Sebagai Dosen Tetap Institut Manajemen Telkom, Institut Teknologi Telkom & Politeknik Telkom Kualifikasi Umum 1. Usia per 1 Juli.
Info Lowongan Kerja 2009 - http://www.bukalowongan.com/
Pendidikan Akupunktur Kecantikan GRATIS 021 99300 400, 0815 969 ...27 Jun 2009 oleh Ri2s
PASANG IKLAN BARIS GRATIS TANPA DAFTAR DAN TANPA BATAS WAKTU.
Iklan Baris Gratis - http://rajaiklan.net/
Televisi Pendidikan

Televisi Pendidikan adalah medium yang sangat bagus untuk membagi informasi dan bahan pendidikan kepada masyarakat secara luas. Teknologi terbaru termasuk komputer dan Internet sudah menjadi pilihan utama untuk teknologi pendidikan, dan ada beberapa orang yang kira televisi adalah teknologi lama. Tetapi, potensi Televisi Pendidikan untuk membawa pendidikan ke semua masyarakat di mana mereka duduk, belum begitu tercapai.

Pendidikan untuk Rakyat
Pendidikan Rakyat!


Berita Televisi Baru

Keadaan di Indonesia

Komputer, Internet dan Teknologi Pembelajaran

Di website ini kami menyediakan venue untuk pendidik-pendidik di lapangan supaya mereka dapat membahas hal-hal terkait dengan televisi pendidikan, memasang sumber-sumber bahan pendidikan pribadi atau link-link ke situs mereka, dan video-clip yang pendek mengenai praktek pengajaran untuk membantu guru-guru lain di lapangan.

Kami berharap partisipasi dari pendidik-pendidik dari semua negara untuk memajang idea-idea dan hasil praktek-praktek baru di sini. Salah satu kesempatan untuk membuka diskusi adalah forum kami:


(Bahasa Indonesia/Malaysia/Inggris oke!)

CATATAN:
Kami menggunakan fasilitas YouTube.Com di website kami.

Kalau anda tidak dapat melihat video di bawah JavaScript di komputer anda sedang dimatikan atau versi Macromedia Flash Player anda sudah terlalu lama. Ambil flash player terbaru disini.


"Pelajar Kayuagung Kecanduan Game Online"

"KAYUAGUNG, KOMPAS.com — Para siswa SD hingga SMA sederajat di Kayuagung, ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, ditengarai sudah kecanduan permainan di internet (game online) sehingga cenderung malas belajar."

"Redi (11), pelajar di salah satu SD negeri di Kayuagung, mengaku sengaja menyisihkan uang jajannya sebesar Rp 3.000 per hari untuk bermain game online di warnet selama satu jam penuh karena sehari saja tidak ke warnet ia mengaku pusing."

"Di sejumlah warung internet di Kayuagung diketahui, puluhan kelompok pelajar hampir setiap hari memenuhi warnet untuk bermain game online, bahkan ada siswa yang membolos sekolah demi menyalurkan hobi di dunia maya tersebut."

"Sejak empat bulan terakhir saya tidak pernah lagi jajan di sekolah karena uang yang diberikan orangtua disimpan untuk membayar sewa warnet selama satu jam supaya bisa main game online, kata Redi."

"Firman (42), salah seorang pemilik warnet di Kayuagung, membenarkan perihal banyaknya pelajar di daerah itu yang saat ini sedang kecanduan game online, Facebook, dan Friendster di dunia maya."

"Facebook Sebabkan Mahasiswa Malas dan Bodoh"

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengguna Facebook yang masih sekolah berhati-hatilah! Menurut studi yang dilakukan oleh Ohio State University, semakin sering Anda menggunakan Facebook, semakin sedikit waktu Anda belajar dan semakin buruklah nilai-nilai mata pelajaran Anda.

"Hati-hati, 600 Juta Situs Seks Intai Pelajar!"

SURABAYA, KOMPAS.com — Sedikitnya 600 juta situs seks dan pornografi saat ini mengintai pelajar pengguna internet. Karena itu, harus ada kontrol penggunaan internet.

"Konsumsi Anak terhadap Siaran Televisi, Internet, dan Telepon Seluler harus dikurangi"

"Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi minta para orang tua untuk mengurangi kebiasaan anak menonton televisi, mengakses internet dan menggunakan telepon seluler." (Saturday, February 21, 2009)

Kami di E-Pendidikan.Com terus ditanya "Apakah ada informasi baru di bidang teknologi & pendidikan?" Ya:

Teknologi Sekarang Membuat Beberapa Ancaman Baru Terhadap "Anak-Anak Bangsa Yang Cerdas".
  • Banyak sekali siswa-siswi sudah biasa membuang terlalu banyak waktu main games, misalnya Play Station dan Games Online. Waktu ini sebaiknya digunakan untuk menambah kemampuan mengulang pelajaran dari sekolah. Sebagai siswa-siswi atau orang tua yang bertanggungjawab kita perlu sangat membatasi atau memonitor waktu anak-anak kita main games atau akses Internet.

    Ingat bahwa main games hanya dapat menyiapkan anak-anak kita untuk jurusan pengangguran!

  • Terlalu banyak siswa-siswi juga sudah mulai menghabiskan banyak waktu di Internet di situs-situs hiburan (atau cari jodoh) seperti Facebook, Yahoo Messenger dan Friendster di mana mereka hanya menghabiskan waktu, yang sangat tidak produktif, dan perlu dibatasi. Kalau kita rajin keliling warnet setelah jam sekolah kita dapat melihat bahwa kebanyakan siswa-siswi sedang sibuk dengan chatting dan e-mail (pergaulan).

    Ini juga baik untuk mereka yang hanya berharap ikut pengangguran!

  • Lebih dari 90% bahan dan informasi yang bermutu, yang dapat meluaskan dan membuka pikiran dan kreativitas anak kita di Internet dalam bahasa Inggris (the international language). Internet sebagai sumber informasi saja sangat terbatas untuk anak-anak kita karena bahan dan informasi bermutu dalam bahasa Indonesia adalah sangat sedikit. Sebetulnya ada banyak isu yang jauh lebih penting. Misalnya!

    Lebih baik mereka menggunakan waktunya untuk belajar bahasa Inggris supaya mereka dapat berpartisipasi di dunia global, kan? Maupun membuka pintu kerja di seluruh dunia.

    Informasi dan bahan pembelajaran yang paling tepat dan sesuai dengan kebutuhan siswa-siswi mereka akan menerima di sekolah oleh guru. Kadang-kadang gurunya akan menambah kegiatan seperti penelitian di mana siswa-siswi diberi tugas mencari informasi dari Internet. Ini kegiatan yang baik dan adalah fokus. Kegiatan begini sebaiknya dilaksanakan di luar jam sekolah supaya tidak makan waktu di sekolah yang masih sangat kurang.

Do we need education technology to achieve quality teaching/learning?

Teknologi pendidikan yang sampai sekarang ini masih sangat dapat membantu guru dan siswa-siswi di lapangan adalah apa?

  • Biasanya teknologi yang paling efektif adalah yang paling sederhana, yang mengajak siswa-siswi aktif dalam proses pembelajaran. Misalnya

  • Semua siswa-siswi perlu belajar keterampilan komputer dan TIK karena keterampilan komputer dan TIK sering sekali adalah kebutuhan utama di lapangan kerja. Tetapi teknologi cangih sebagai media untuk menyampaikan pendidikan kita tidak perlu!

"I can answer "No" without any hesitation to your basic question 'do we need education technology to achieve quality teaching/learning?'" (Totok Amin Soefijanto)
Mr. Totok Amin Soefijanto is Deputy Rector (Vice-Chancellor) for Academics and Research at Paramadina University, Jakarta.
He earned his Ed.D in educational media and technology at Boston University.

Apakah benar teknologi adalah solusi untuk
pendidikan yang bermutu di Indonesia?

Sebentar lagi anak-anak kita akan menghadapi Ujian Negara (UN). Yang paling penting sekarang adalah pembelajaran dari sekolah mereka. Mohon jangan sampai main game komputer, chatting, Friendster, Facebook, dll dapat memakan waktu mereka sampai anak-anak kita dirugikan oleh teknologi!

Ingat Ya!
"Facebook Sebabkan Mahasiswa Malas dan Bodoh"
Tata letak Tidak BagusTanggung jawab sekolah yang besar dalam memasuki era globalisasi adalah mempersiapkan siswa-siswi untuk menghadapi tantangan-tantangan yang sangat cepat perubahannya. Salah satu dari tantangan yang dihadapi oleh para siswa adalah menjadi pekerja yang bermutu.

Kemampuan berbicara dalam bahasa asing, kemahiran komputer dan Internet, dan kemampuan menggunakan program-program seperti Microsoft merupakan tiga kriteria utama yang pada umumnya diajukan sebagai syarat untuk memasuki lapangan kerja di Indonesia (dan di seluruh dunia).

Kelas Pelajaran IT

Mengingat hanya sekitar 30% dari lulusan SMA di seluruh wilayah Nusantara ini yang melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi formal, dan dengan adanya komputer yang telah merambah di segala bidang kehidupan manusia, maka dibutuhkan suatu tanggung jawab yang besar terhadap system pendidikan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan kemahiran komputer bagi para siswa kita. Pembelajaran teknologi adalah sangat penting dan semua sekolah adalah wajib untuk mengajar Teknologi Informasi Komunikasi (TIK).